• Home
  • About
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Daftar Isi
  • Contact Us

Kumpulan Tips Bisnis Mas J

Source : Google

Lebih baik mana:

Buatan Indonesia, Merek milik asing.
Buatan Luar, Merek milik Indonesia.

Jika Anda menjawab 'a', tidak salah, karena dapat mengurangi pengangguran. Namun hal itu bersifat sementara. Saat ada 'tukang jahit' di negara lain yang lebih murah dengan kualitas yang serupa, maka pemilik merek punya kuasa untuk memindahkan produksinya.
Hal itu sudah sering terjadi di Indonesia. Selain pemicunya adalah upah buruh yang makin tinggi, ancaman demo tiap tahunnya, juga 'pungli' di sana-sini, memaksa investor asing untuk hengkang. Bagi saya, hal itu tak menjadi masalah. Toh cepat atau lambat, mereka juga akan hengkang, mencari yang termurah. Dasar kapitalis...!


Wrote by Rezki Anugraha
Sumber : Diambil dari Google


Dari Generalis ke Spesialis

Jika Anda berada di suatu wilayah, yang cari apa saja sulit, maka jualah apa saja, bukalah toko kelontong. Sudah menjadi hukum alam, jika toko kelontong Anda laris, maka akan memicu 'tetangga' untuk membuka toko kelontong serupa.

Apa pilihan Anda? Membuka cabang, mengepung dengan puluhan cabang toko kelontong atau besarkan menjadi supermarket?
Tapi hukum dasar komoditas tetap berjalan. Bisnis yang gampang dibuka, apalagi (saat itu) untung besar, maka pesaing pun akan bertumbuhan. Jika branding tak kuat, harga pun banting-bantingan.

Pilihan lain adalah naik level, larilah ke hulu, "Biarkan mereka jadi raja, Anda jadi dewa”. Apapun supermarket, minimarket atau toko kelontongnya, Andalah distributornya. Sedaap..!
Bagaimana jika Anda adalah pendatang yang 'baru lahir' dan mendapati kompetisi sudah telanjur gila-gilaan? Larilah ke spesialis. Jualah 1 macam produk saja (dahulu), 'kunci' branding-nya.
Serupa dengan perjalanan Bisnis Kuliner..
Era Rumah Makan 'nano-nano', yang menjual apa saja sudah lewat, karena menjamur. Apalagi dipicu dengan pola cari (konsumen) di google:
"Kuliner Semarang” atau "Makanan Khas Semarang”,
akankah rumah makan 'generalis' atau 'spesialis', seperti Tahu Pong, Tahu Gimbal, Soto Kudus, Nasi Ayam, Bakmi Jowo, Lekker, Lunpia, Es Puter, Bandeng Presto, Wingko Babad, yang menang? ‪
Saat Anda memasuki restoran yang menjual apa saja, apakah ini yang biasa Anda tanyakan:
"Disini apa yang spesial atau khas?”. Sudah jelas kah?

Kata Kunci produk unggulan

Coba deh plesiran ke Semarang, apalagi di malam hari, maka akan memperjelas apa yang saya tuliskan. Sebisa mungkin, jadilah yang pertama mempopulerkan suatu produk.
Pertama mempopulerkan, bukan berarti yang pertama membuat/menjual
Cara gampangnya, cari suatu produk yang sudah eksis puluhan tahun hingga sekarang, tapi belum ada 'merek' yang terkenal. Itulah yang disebut Pasar Potensial, dalam buku Buka Langsung Laris. Banyak produk yang ngangenin, tapi mereka 'lalai' memberikan merek dagang (terdaftar) pada produknya, bukan nama jalan atau penjual yang tak terdaftar.

Dari jual apa saja, menjadi jual satu saja, atau populerkan satu saja. Setelah laris dan ramai, silakan tambahkan varian produk lain, tapi jangan mengubah merek dagang Anda dengan 'generalis' lagi.
Gado-Gado Boplo, tak hanya menjual gado-gado.

Sate Khas Senayan, juga ada nasi kuning, lontong cap go meh.
Bandeng Juwana, juga menjual oleh-oleh lainnya.
Meski demikian, menjual satu macam pun, cukup untuk 7 generasi. Terbukti..!!

Tak usah takut dengan para 'follower', justru mereka yang membantu memperluas pasar dan 'mengerek' popularitas merek Anda sebagi pionir.

Sudah Ngiler kah?
Wrote by Rezki Anugraha
Sumber : diambil dari Google

Coba jawab dengan jujur, jika orang melihat produk Anda sekilas, gak pakai mikir, apa komentar mereka? Adakah bedanya dengan merek lain?

Bisakah Anda menjawab dengan 1 atau 2 kata apa bedanya?
Misalnya di produk fashion:
Motif Bali
Renda
Merah
Jadul
Soft
Pastel
Kenapa pengusaha susah membuat cirikhas?
Karena:
Maunya banyak; aku mau begini, aku mau begitu, kayak doraemon.
Bosenan; gak tahan lihat yang serupa tiap hari.
Variasi; salah mengartikan variasi dengan pecah fokus.
Bingung mana yang mau dijadikan cirikhas.
Tukang nyontek; karena gak kreatif.
Atau apapun alasannya, orang yang gak membangun cirikhas, maka MEREKNYA GAK AKAN TERKENAL.

Brand yang kuat dibangun dari diferensiasi yang kuat. Kecuali Anda adalah pionir dalam suatu industri/kategori.
Maka dari itu dalam ilmu marketing:
VALUE = (1) DIFFERENTIATION + (2) BRAND
dan
PRICE = VALUE (expectation)
Harga adalah angka yang akan dibayar seseorang untuk mendapatkan ‘value’ yang dia harapkan.
Kalau diferensiasi dan merek (branding) gak kuat, maka orang tak mau membayar mahal dibanding produk serupa. Alhasil mereka bermain di VOLUME.
Pilih mana: VOLUME atau VALUE ?

DIFERENSIASI (differentiation)
Jika produk Anda tak dapat dibedakan dengan orang lain, maka tak bedanya merek Anda dengan komoditas seperti sembako.

MEREK (brand)
Merek yang terkenal membuat orang mau membayar lebih mahal. Menjadikan merek Anda terkenal, sebelum dipromosikan, harus memenuhi kriteria:
1. Pertama
2. Terbaik
3. Berbeda

Mungkin saja Anda bisa membuat burger yang lebih enak dari McD, tapi belum tentu (kemungkinan kecil) Anda akan membuat merek burger yang setenar McD. Kenapa? Karena mereka yang pertama mempopulerkannya. Sudah terlanjur menjadi Top of Mind.
Ingat burger, ingat McD.
Ingat ayam goreng, ingat KFC

Jika suatu merek sudah ‘dikunci’ di benak konsumen, maka sulit untuk tergantikan, kecuali diferensiasinya sangat kuat, ditambah promo yang hebat.

Untuk kasus fashion, tingkat kompetisinya sudah gila-gilaan. Coba tanya kawan Anda yang tukang belanja fashion, apakah mereka loyal terhadap 1 atau 2 merek? 99,9% akan menjawab “Tidak”. Tiap ada diskon, matanya melirik..! Kecuali jika dikecilkan di ‘kategori’ tertentu, seperti tas tenteng, sepatu kain, yang belum ada merek kuat disana.

Studi Kasus
Coba amati foto-foto produk dibawah ini..!
Apa beda merek Aramara dengan Gadiza?
Apa beda produk keduanya dengan produk gamis di pasaran?
Apa cirikhas mereka?

gadiza         aramara



aramara 2

Gadiza, saya sering menyebutnya Hijab ‘Korea’, karena teringat dengan gaya pakaian khas Korea, yang garis lingkar perutnya agak keatas. Gadiza juga konsisten dengan jenis bahan yang serupa, warnanya kombinasi dolf dan ada bagian yang mengkilat. Tak menggunakan motif, lebih cenderung polos, kecuali seasonal saja. Itu penangkapan saya.

Sedangkan 1 cirikhas Aramara yang sangat kuat dan konsisten adalah nuansa kain Bali yang kotak-kotak. Ntah mau ditaruh dimanapun kotak-kotaknya, pecinta fashion akan ‘ngeh’, itu style Aramara.
Paham..?!
Intinya: untuk masuk di pasar yang berdarah-darah, janganlah serakah. Buat ciri khas dan konsisten. Tempelkan cirikhas tersebut di merek Anda, ke benak konsumen. Ingat Anu, ingat Merek Anda..!
“Jika Anda hebat dalam segalanya, maka sesungguhnya Anda lemah dalam segalanya..”
-----------------------------------------------------------------------------
Oh ya, sayang keduanya belum punya website yang bisa full online hingga 'check out payment'. Padahal hanya dengan 50 ribu perbulan, omzet 'full online' datang, merekpun lebih bonafit. ‪#‎nyindir

Jaya Setiabudi
Wrote by Rezki Anugraha
Older Posts Home

ABOUT AUTHOR

LATEST POSTS

  • Cap Jidat yang akan Menyelamatkanmu
    Kalau ditanya 3 hal terpenting dalam membangun bisnis, maka jawabannya adalah:  Skill - Credibility - Network . Jika hanya menyisakan...
  • Buat Calon Pengusaha dan Pengusaha Pemula
    Sumber : diambil dari google Di awal tahun 2005, saat ikutan kelas mentoring  Entrepreneur University  (EU), sang mentor berkata, “Sete...
  • Targetmu Tercapaikah ??
    D ear Fighter, Semua orang ingin sukses, tapi tak semua orang layak sukses. Jalan sukses itu berliku, terjal, naik, berbelok-belok,m...
  • Brand atau "Tukang Buat"
    Source : Google Lebih baik mana: Buatan Indonesia, Merek milik asing. Buatan Luar, Merek milik Indonesia. Jika Anda menjawab '...
  • Yang Disebut Toko Online itu Jika...
    Sumber : Diambil dari Google Yang disebut TOKO ONLINE itu jika.. Bisa order online , bukan via chat, sms, telepon atau menda...
  • Malas Partner-an ah...!
    Sumber :  Diambil dari Google TEAM, BUAT APA SIH?? AKU BISA SENDIRI KOK..! Yakin bisa..? Setiap kali mengadakan pelatihan entrep...
  • Seberapa Panjang Usia Panenmu?
    Alkisah 3 orang pengusaha dalam suatu perjalanan reuni. Saat mereka rehat di sebuah warung kosong di tengah kebun liar, mereka berbinca...
  • Produkmu Punya Ciri Khas ga??
    Sumber : diambil dari Google Coba jawab dengan jujur, jika orang melihat produk Anda sekilas, gak pakai mikir, apa komentar mereka?   A...
  • Kata Kunci atau Key Word
    Source : Google Penggunaan Kata Kunci atau Key Word sebenarnya tidak hanya berlaku di dunia SEO ( Search Engine Optimization ) saja....
  • Bicara Dengan Data
    Source img : by google Biasakan bicara dengan data "Victory loves preparation", suatu quote yang saya suka dari film 'The ...

Categories

  • Brand
  • Data
  • Kata Kunci
  • Key Word
  • Marketing
  • Motivation
  • Partner
  • Tips dan trik
  • Toko Online

Advertisement

Blog Archive

  • ▼  2017 (2)
    • ▼  February (1)
      • Bicara Dengan Data
    • ►  January (1)
  • ►  2016 (12)
    • ►  December (2)
    • ►  August (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (7)
Powered by Blogger.

FOLLOW US @ INSTAGRAM

Instagram

Copyright © 2016 Kumpulan Tips Bisnis Mas J. Designed by Ecky Calm